Wisata Pulau Siladen di Manado, Pantai Berpasir Putih

on Rabu, 04 November 2015
Wisata Pulau Siladen

Wisata Pulau Siladen adalah satu dari lima pulau di kawasan Taman Nasional Bunaken di Manado, Sulawesi Utara. Pulau Siladen memiliki taman laut dengan ikan dan terumbu karang yang warna-warni serta sebuah gua yang indah. Berada di sebelah timur laut pulau Bunaken, Kecamatan Bunaken sekitar 8 mil dari pusat kota yang dapat ditempuh selama 45 menit dengan menggunakan kapal motor. Pulau Siladen memiliki luas sebesar 31,25 hektar, namun menyimpan keindahan wisata bahari yang menawan.

Pulau Siladen dikenal sebagai pulau wisata yang tenang. Pilihan wisata Pulau Siladan akan tepat bagi Anda yang hendak mengasingkan sejenak dari kepenatan dan hiruk-pikuk kota. Anda akan mendapatkan pengalaman menyenangkan untuk istirahat serta berjemur menikmati siraman matahari yang sehat. Di pulau ini terdapat katamaran (perahu kaca), diving center, cottage, dan warung makan sehingga Anda dapat memilih atraksi wisata yang sesuai selera.

Jika di Bunaken terkenal dengan keindahan dalam lautnya, maka Pulau Siladen lebih menonjolkan keindahan hamparan pantainya. Tahukah Anda bahwa para wisatawan mancanegara lebih suka untuk berjemur di pantai ini.

Kegiatan Wisata di Pulau Siladen

Hamparan pantai berpasir putih terasa sangat dominan di pulau kecil ini. Tempat ini tidak hanya merupakan tempat diving yang bagus bagi penyelam perpengalaman, tetapi juga merupakan tempat snorkeling yang nyaman untuk Anda yang belum berpengalaman sekalipun.
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di antaranya menikmati taman laut dengan cara berkeliling menggunakan perahu berkaca (katamaran), snorkeling, diving, photografi underwater (foto bawah laut), serta berjemur di pantai. Keindahan wisata pulau adalah satu kekuatan utama tempat wisata di Manado ini.

Diving dan Snorkeling

Kegiatan snorkeling dan diving di Pantai Siladen akan membawa Anda pada pengalaman yang tak kalah menakjubkan dari Bunaken. Ombak di pulau ini tidaklah terlalu besar, dengan demikian aman bagi Anda untuk berenang.
Harga untuk menyewa fasilitas diving dan snorkel di kawasan wisata Pulau Siladen ini berkisar dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Anda dapat menegosiasikan harga tersebut, serta menentukan fasilitas apa saja yang akan Anda dapat dan Anda butuhkan.

Transportasi dari/ke Pulau Siladen Manado

Perjalanan menuju Pulau Siladen dapat ditempuh melalui dua cara. Pertama, dengan menggunakan perahu transportasi umum. Perahu ini yang hanya ada satu kali sehari dan dari Manado berangkat sekitar pukul 1 – 3 siang (tergantung pasang-surut air). Perahu ini baru akan kembali ke Manado keesokan harinya sekitar pukul 7 pagi.
Kedua, dengan menggunakan perahu speed boat yang dapat Anda sewa. Dengan cara ini, Anda bebas menentukan waktu berangkat dan pilihan untuk menginap di pulau siladen atau tidak. Biaya sewa kapal cepat ini untuk satu kali perjalanan adalah sekitar Rp 250 ribu – Rp 300 ribu per kapal. Jika Anda ingin menyewa pulang pergi dalam hari yang sama, biayanya mencapai Rp 600 ribu.

Penginapan dan Ressor di Pulau Siladen

Di Pulau Siladen banyak berdiri resort-resort mewah yang terjaga dengan rapi. Rata-rata harga penginapan standar dan sederhana di Pulau Siladen adalah Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per malam.
Untuk makan, pada umumnya tersedia menu seafood dengan harga yang sangat terjangkau. Sebagai gambaran, nasi putih denga lauk ikan ukuran besar, sayur, dan minuman berharga sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Di sini, Anda dapat mencicipi masakan ikan khas Sulawesi, yaitu cakalang dan bobara.
Penduduk di Pulau Siladen memiliki sifat ramah yang tinggi, hal ini akan membuat Anda merasa sangat nyaman menikmati wisata di Pulau Siladen tersebut.

sumber : initempatwisata[dot]com

Raja Ampat, Mutiara Wisata di Timur Indonesia

on Selasa, 03 November 2015
Kalian tentu pernah dengar tempat yang satu ini..Yaa..Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat. Jika ada waktu silakan mampir kesana ya, ga rugi ko sebab tempat indah itu akan membuat kalian benar benar menjadi raja dan ratu kecil :)

Wisata Raja Ampat adalah tempat wisata di Papua yang telah mendunia. Ketenaran Raja Ampat sebagai salah satu destinasi perjalanan paling menarik telah didokumentasikan dalam film dokumenter yang berjudul “Edis Paradise 3″ dengan pemutaran perdananya di Swiss. Film dokumenter yang dibuat oleh Avant Premiere ini mengangkat keindahan alam bawah laut Raja Ampat di Papua yang disebut sebagai Amazon Lautan Dunia. Julukan ini disandang karena posisi Raja Ampat tersebut berada di pusat segitiga karang dunia. Raja Ampat yang termasuk dalam teritorial Papua Barat ini adalah gugusan pulau dengan 610 pulau yang tersebar, tetapi baru hanya 35 pulau yang ditempati oleh penduduk.

Perlu diketahui bahwa 75% spesies ikan di dunia ini berada di perairan Raja Ampat. Lautan di Raja Ampat adalah ekosistem alam yang masih terjaga kelesetariannya hingga kini. Tingginya nilai strategis alam laut di Papua tersebut menyebabkan wisata Raja Ampat di Papua dilindungi dengan undang-undang RI.
1Hal ini untuk mencegah berbagai tindakan pengrusakan ekosistem laut yang semata-mata mengejar keuntungan bisnis. Bukan tanpa alasan! Wisata Raja Ampat telah menjadi fokus wisata dunia pada saat-saat sekarang ini.
Ekosistem bawah laut wisata Raja Ampat
Ekosistem bawah laut wisata Raja Ampat

Wisata Raja Ampat di Papua menawarkan sejumlah objek wisata yang sangat diminati oleh para wisatawan mancanegara pada khususnya, yakni diving. Kegiatan diving (penyelaman bawah laut) dan snorkeling di Raja Ampat akan menunjukkan keindahan alam bawah laut Raja Ampat di Papua yang begitu mempesona, dengan berbagai jenis spesies ikan serta terumbu-terumbu karang yang hidup natural. Diving di Raja Ampat akan menunjukkan kepada Anda berbagai aneka spesies ikan yang bahkan belum pernah Anda ketahui sebelumnya. Ingat, 75% spesies ikan dunia berada di Raja Ampat. Pernahkah Anda melihat ikan pari manta? Lebar tubuh ikan pari ini bahkan mencapai 2 m.
Untuk kegiatan diving, baca juga artikel yang mengupas tentang diving Raja Ampat di Pulau Wayag.
Paling sedikit terdapat 1500 spesies ikan, 537 spesies koral, dan 699 hewan tak bertulang belakang yang dapat Anda temukan di alam bawah laut Raja Ampat. Untuk diving, Anda akan ditemani oleh ahlinya dan menggunakan peralatan menyelam yang lengkap. Jika Anda pernah melakukan diving di pantai-pantai lain, maka Anda akan begitu takjub terhadap keindahan bawah laut Raja Ampat Papua. Terumbu karang yang hidup menjadi tempat sumber makanan ribuan spesies ikan dan satwa laut lainnya. Ekosistem yang sangat natural dan demikian mempesona inilah yang membuat Raja Ampat dijuluki sebagai Amazon Lautan Dunia.

Alam bawah laut wisata Raja Ampat
Alam bawah laut wisata Raja Ampat

Sebagian orang menyebutkan wisata Raja Ampat di Papua ini adalah surga wisata tersembunyi yang dimiliki oleh Indonesia. Wisata Raja Ampat mungkin dapat dinobatkan sebagai wisata alam bawah laut paling mempesona yang dimiliki oleh Indonesia. Yang dapat menandingi keindahan alam bawah lautnya mungkin hanya wisata Pulau Weh di Sabang, Aceh. Jika tempat wisata Raja Ampat berada di bagian timur Indonesia, maka wisata Pulau Weh Sabang berada di bagian paling barat Indonesia. Untuk mengetahui Pulau Weh, baca juga artikel yang mengupas tentang wisata Pulau Weh di Sabang Aceh.
Uniknya, kedua tempat wisata dengan kegiatan diving-nya yang termasuk paling menarik di dunia tersebut justru mendapat atensi yang besar dari para wisatawan luar negeri. Ketertarikan warga asing dan jumlah kunjungannya dengan tren yang meningkat waktu demi waktu membuat kedua tempat wisata laut Indonesia ini menjadi begitu terpopuler di kalangan internasional. Justru para penikmat perjalanan dari dalam negeri yang kalah dalam mengunjungi tempat wisata laut tersebut.
Harus diakui, faktor biaya adalah penyebab utama yang membuat kedatangan wisatawan domestik ke tempat wisata Raja Ampat Papua masih tergolong sedikit. Kondisi infrastruktur di Papua yang belum memadai serta besarnya biaya transportasi ke/dari Papua membuat sebuah tempat menarik di Papua ini belum ramai dikunjungi wisatawan Indonesia. Belum lagi tentang biaya akomodasi dan logistik yang harus dikeluarkan selama menikmati wisata di Raja Ampat tersebut.
Berbeda dengan turis asing yang memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi daripada warga Indonesia, kondisi keuangan yang lebih baik tersebut memungkinkan mereka untuk menikmati diving sebagai salah satu objek wisata Raja Ampat yang paling populer. Hal demikian juga terlihat di daerah wisata Pulau Weh di Sabang Aceh. Tingkat kedatangan turis mancanegara lebih banyak ketimbang wisatawan domestik.

Apa saja objek wisata Raja Ampat?

Diving dan snorkeling adalah salah satu kegiatan wisata Raja Ampat yang paling terkenal. Namun, Anda harus tahu bahwa tempat wisata di Papua ini juga memiliki  hutan yang lebat, gugusan batu kapur yang berwarna-warni, aneka spesies tumbuhan langka, serta sarang penyu di tepi pantai.
Sebagian wisatawan akan berselancar di Raja Ampat karena tempat wisata ini memiliki ombak laut yang cukup menantang. Beberapa pulau di Raja Ampat yang paling sering dikunjungi adalah Pulau Wayag, Pulau Waiwo, Pulau Karang, Kepulauan Gam, dan Pulau Arborek. Jika Anda ingin melihat burung Cendrawasih yang menjadi satwa khas Papua, Anda dapat mengunjungi Kepulauan Gam. Terdapat 4 jenis burung cendrawasih yang hidup di Kepulauan Gam tersebut, yaitu cendrawasih merah, cendrawasih besar, cendrawasih kecil, dan cendrawasih belah rotan.

Pulau Karang, salah satu tempat wisata Raja Ampat
Pulau Karang, salah satu tempat wisata Raja 
Ampat

Jika Anda tertantang untuk mendaki karang, pergilah ke Pulau Karang. Di pulau ini Anda akan mendaki karang dengan tingkat kemiringan mencapai 90 derajat. Jika berhasil sampai di atas, Anda akan terpukau dengan keindahan panorama laut Raja Ampat. Di puncak karang tersebut, Anda dapat melihat keselurahan pulau hijau yang dikeliling birunya air laut.

Rute transportasi ke wisata Raja Ampat

Untuk sampai di kepulauan Raja Ampat, tempat terdekat yang dapat dijangkau pesawat terbang adalah kota Sorong, dengan jarak tempuh sekitar 6 jam penerbangan dari Jakarta. Biasanya pesawat akan transit di Makassar atau Manado. Maskapai yang memiliki jadwal penerbangan menuju Sorong antara lain Silk Air, Garuda Indonesia, Pelita Air, dan Merpati. Selanjutnya, Anda akan menuju Waisai, ibu kota Raja Ampat. Kota Waisai  ini terletak di Pulau Waigeo, salah satu dari 4 pulau utama (pulau besar) di Kepulauan Raja Ampat. Pulau besar di Raja Ampat adalah Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo.

Sumber : initempatwisata[dot]com
on Selasa, 27 Oktober 2015
Taman Nasional Alas Purwo, Hutan Tertua Pulau Jawa yang Penuh Misteri 

Kota Banyuwangi di Jawa Timur terkenal dengan wisata pantainya yang indah dan cocok untuk tempat berselancar selain pantai di Bali. Kota yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini selain memiliki wisata pantai yang eksotis, juga memiliki wisata alam lain yang bisa Anda kunjungi, salah satunya Alas Purwo.

Lokasi 
Taman Nasional Alas Purwo berlokasi di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, tepat di perlintasan jalur antara Banyuwangi dan Situbondo. Dari arah Pelabuhan Ketapang, Alas Purwo hanya berjarak sekitar 5 km, sedangkan dari kota Banyuwangi sendiri Anda harus menempuh jarak sekitar 14 km ke arah utara.

Akses 
Alas Purwo bisa dicapai dengan mengambil rute Banyuwangi menuju Kecamatan Rogojampi – Srono – Muncar – Tegaldlimo. Sesampainya di kecamatan Tegaldlimo, Anda harus menyusuri jalan sekitar 10 km melalui jalan berbatu. Setelah itu, Anda akan menemukan Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo yang merupakan gerbang masuk menuju Alas Purwo.

Bagi Anda yang berasal dari Surabaya bisa menempuh rute Surabaya – Jember yang memakan waktu tempuh sekitar 4 sampai 5 jam. Dari arah Jember, lakukan perjalanan menuju Kecamatan Genteng yang berjarak sekitar 65 km, kemudian lanjutkan perjalanan menuju Jajag – Srono – Muncar – Tegaldilmo. Selanjutnya Anda akan sampai di Alas Purwo.

Perjalanan menuju Alas Purwo bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, entah itu dengan mobil atau sepeda motor. Sayangnya bagi Anda yang tidak memiliki kendaraan pribadi, tidak ada kendaraan umum yang dapat diakses sampai Alas Purwo, oleh karena itu Anda disarankan untuk menyewa mobil pribadi.

Taman Nasional Alas Purwo memiliki luas 43.420 hektar dengan ketinggian 322 meter di atas permukaan laut. Taman Nasional Alas Purwo yang sering disebut dengan TNAP merupakan hutan dengan usia tertua di Pulau Jawa.

Sebagai hutan hujan alami di Pulau Jawa, di sini terdapat 580 jenis flora dan 50 jenis fauna yang tersebar di seluruh penjuru hutan. Taman Nasional Alas Purwo terbagi menjadi empat zona, yaitu zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan, dan zona penyangga.

Beberapa jenis tanaman yang ada dapat Anda lihat di sini di antaranya adalah sawo kecik, bumbu manggong, ketapang, rumput, herba, semak, liana, kepuh, dan tumbuhan lainnya.

Beberapa fauna yang terdapat di Taman Nasional Alas Purwo antara lain banteng (Bos javanicus), rusa (Cervus timorensis), ajag (Cuon alpinus), babi hutan (Sus scrofa), kijang (Muntiacus muntjak), macan tutul (Panthera pardus), lutung (Trachypithecus auratus), kera abu-abu (Macaca fascicularis), dan biawak. Di sini juga terdapat 236 jenis burung darat dan burung air.

Beberapa varian burung di sini seperti ayam hutan, kangkareng (Antracoceros coronatus), rangkok (Buceros undulatus), merak (Pavo muticus) dan cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris)

Nama Alas Purwo sendiri diambil dari kata Purwo, yang dalam Bahasa Jawa berarti kawitan atau permulaan. Sehingga Alas Purwo memiliki arti hutan pertama atau hutan tertua Pulau Jawa. Bagi masyarakat Banyuwangi tempat ini dikenal sangat angker dan termasuk tempat yang keramat. Alas Purwo dipandang sebagai tanah awal mula atau situs penciptaan. Di sini terdapat banyak situs untuk tempat bersemedi. Setiap tanggal 1 suro, masyarakat berbondong-bondong datang ke TN Alas Purwo untuk melakukan semedi atau bertapa. Jadi jika anda punya waktu, sempatkan mampir di Alas Purwo yaaa... [anekatempatwisata]/